.loves. friendships. family. things. interests.

Monday, January 23, 2012

Tahu di Tidak Tahu-nya (dia)

Buat anak-anak muda zaman sekarang, siapa yang ga tau istilah 'kepo' atau 'stalking'. Bahkan mungkin hal itu sudah menjadi aktivitas sehari-hari kaula muda. Ya ntahlah apa itu berlaku buat semua atau hanya beberapa yang masuk kategori "khusus".

Sebenarnya, apasih maksud dari dua kata tak-asing-di-dengar itu? Berbekal ilmu secukupnya dan seperlunya, ditambah 3/4 air panas, tunggu kira-kira 3-5 menit, aduk merata, sajikan (loh kok) gue mendapat ilham. Jadi, 2 hal atau kata diatas itu, benar-benar membawa mistis. Ibarat kata si jupe yang lagi heboh-hebohnya ngelakuin ritual buat jadi utusan suzana, 2 hal di atas itu termasuk pasir pantai parang tritis. (iya ga nyambung)

Awalnya gue ga mengerti apa-apa soal ini. Boro-boro, tau arti kamseupay aja juga baru-baru ini. Yang gue sadari, hal ini membahas tentang membuka profile orang asing, mengecek info atau identitas dari si orang asing, melihat status si orang asing, memandang profile picture si orang asing, membuka photos si orang asing, membaca semua haalll tentang si orang asing. Benar-benar mistis.

Apa untungnya coba? Nyapein iya, belum lagi kalo internet lagi lelet padahal pengen tau banget nih tentang si orang asing, pasti muka berubah jadi seperti bencong yang harap-harap cemas sambil ngerayu buat dikasih barangkali seceng. Sambil berdoa dalem hati.. "YA ALLAH SEMOGHA DIAH SINGLE YA ALLAH.. AAA..AYO BURUANNNN!.. AAAA DIAAAAH UDAAAH JADEEEAAAAANNN!!". Langsung jadi bencong beneran.

Well, gue waktu itu lagi iseng sms-an sama salah satu temen gue. Arah pembicaraan makin lama makin menjurus ke curhatbangetgituloohuuu. Engga deng, tapi gue jadi berpikir panjang sekali malam itu. Ternyata ada beberapa hal yang kepo-ers rasakan, yang mungkin tidak dirasakan oleh orang biasa. 

Awal terbentuknya 'pengepo' itu adalah pandangan pertama. Di even apapun kalo udah tertarik sekali, rasa tertarik yang kedua ga mungkin terelakkan, apalagi yang ketiga, keempat lebih parah, kelima kritis, keenam dan selanjutnya masuk ke perjalanan "koma". Secara ga sadar, si orang asing menjadi bagian dari keseharian. 

Karena udah terlalu tertarik, rasa ingin-tahu merasuki kalbu. Mungkin hanya sekedar ingin tau nama. Oke, nama udah dapet. Bolehlaa umurnyaa. Umur udah tau, sekolah atau kuliah dimana ini orang, atau mungkin udah kerja. Ohiya, dia kesehariannya ngapain aja yaa. Ih dia punya twitter aaaa! Yes ga di protect! aaaaaa dia gitariiisssss uuuuu ._. wah, single pulaaa. Dan blablabla... Itu terjadi secara ga sadar. Hal ini udah merasuk ke otak, sehingga menjadi gerakan reflek yang artinya udah ga butuh otak. Sang peng- kepo kehilangan akal sehatnya. Dia ketagihan. Setiap minggu ngecek timeline si 'target'. Makin sempit jangka waktunya, jadi 3 hari sekali. Makin sempit lagi, jadi setiap hari. Makin sempit lagi jadi 3 kali sehari. Makin sempit lagi jadi setiap 3 jam sekali. Makin sempit lagi jadi setiap jam! Makin sempit lagi jadi tiap 30 menit sekali!! Makin sempit lagi jadi setiap 15 menit sekali!!! Makin sempit lagi jadi tiap menit!!!! MAKIN SEMPIT LAGI SAMPAI SAMPAI ITU YANG KEBUKA TIMELINE SI TARGET TERUS!!!!!

Sang peng-kepo berhasil tau segalanya. Dia tau kebiasaan target habis kuliah. Dia tau target suka jalan kemana. Dia tau si target tidur dan bangun jam berapa. Dia tau kesukaan si target. Dia tau segalanya tentang target. Segalanya tentang target dia tau. (kenape diulang) Tapi.. target tidak tau sama sekali tentang sang peng-kepo.

Dan ketika si target dekat dan kemudian jadian dengan orang lain, maka yang bisa dilakukan sang peng-kepo adalah..tetap melihat timeline si target. Tanpa berbuat apa-apa.

Mungkin peng-kepo mengenal si target melalui kesehariannya, tapi dia tidak pernah mengenal secara langsung.
Mungkin peng-kepo pernah tertawa karena twit-an lucu si target, tapi dia tidak tertawa bersama sang target.
Mungkin peng-kepo merasa sangat dekat ketika melihat timeline si target, tapi dia tidak pernah sedekat yang sebenarnya.
Mungkin peng-kepo merasa dia telah jatuh hati kepada target, tapi kenyataannya target menyukai orang lain.

Secara teknis, peng-kepo tau tentang target, tapi tidak terlalu tau. Dia hanya tau apa yang target katakan. Tapi dia tidak tau apa yang target rasakan. Tidak tau apa yang sebenarnya target butuhkan. Tidak tau apa yang target sembunyikan. Gue mikir, peng-kepo itu sama seperti jatuh cinta diam-diam. Itu buat yang masih single sihhhh, tapi buat yang udah jadian, istilahnya apa ya...eeeem, gatau deh apa.

Jatuh cinta diam-diam itu ga enak. Sama saja seperti cinta tak terungkapkan. Sakit sendiri. Jatuh sendiri. Berharap sendiri. Dan ujung-ujungnya..kecewa sendiri. 

Tapi ga semuanya peng-kepo itu urusannya sama percintaan. Ada juga kok yang karna ngefans jd pengen tau segala sesuatu tentang orang yang menurut dia kewl nan ketje. Dan ini positif sih, jadi tau ditidak tahunya.

Tapi sang peng-kepo cinta, tau di tidak tau-nya (dia/target). Yang menyakitkan, Peng-kepo tau segalanya tentang target, tapi target sama sekali tidak tau tentang sang peng-kepo.

2 comments:

Post a Comment